Guardiola Kurang Jenius | Taruhan Bola Online di Indonesia

Wednesday, 13 December 2017   |   04:34 AM
Agen bola
Selamat datang di Sahabatarena.org – Agen Bola Resmi dan Terpercaya di Indonesia
Apabila anda membutuhkan bantuan, jangan segan untuk menghubungi CS yang sedang bertugas!
Pendaftaran gratis untuk anda !

Howick: Guardiola Jeniusnya Kurang

Markus Howick mengakui bahwa sosok manajer seperti Pep Guardiola itu memang nyata jeniusnya, meski ia hanya berada bersama tim Bayern Munich selama dua musim, ia berhasil membuat dampak yang lumayan mengesankan.

Namun tidak lebih baik dari manajer sebelumnya seperti Jupp Heynckes dan jug Ottmar Hitzfeld, mengapa begitu ? karena manajer muda seperti Guardiola hanya berhasil memenangkan gelar juara Bundesliga, ia masih gagal di DFB Pokal dan juga di Liga Champions ketika membawa tim Bayern Munich selama dua musim penuh.

Ibaratnya, tim yang dipimpinnya itu tidak benar-benar memberikan segalanya untuk mengikutinya, tidak sama seperti pada saat manajer Heynckes dan juga Hitzfeld yang mengambil alih kursi manajer.

Namun, hal tersebut tampaknya bisa dimaklumi, ia hanya dua musim di Jerman sedangkan Heynckes benar-benar membuat dampak yang besar di luar sana, jika saja mantan manajer Barcelona yang mengambil alih tempat manajer dari tangan Heynckes sepert Guardiola bisa bertahan lebih lama lagi di Allianz Arena, mungkin ia akan bisa memberikan gelar juara treble juga untuk tim Bayern Munchen.

Howick yang hingga sekarang ini masih menjadi ketua pers dalam mewawancarai tim Bayern Munich mengungkapkan bahwa Pep Guardiola memang benar jenius, tapi tidak lebih baik dari pendahulunya.

“Sekarang ini, Guardiola sudah bersama Manchester City, ia mungkin saja berbakat dan jenius di dalam menangani satu tim, tapi pengalamannya masih kurang jika di liga lain, ia masih butuh banyak pelajaran dalam beberapa hal.

“Jenius memang kata yang tepat untuknya, selama dua musim bersama Jerman, ia berhasil dengan baik membuat dampak yang mengesankan di Liga Jerman, tapi tidak di Liga Champions ataupun DFB Pokal, setidaknya ia menghasilkan sesuatu di sana dalam waktu singkat.

“Jika ia diberikan waktu yang lebih panjang, mungkin ia akan sanggup untuk mendapatkan apa yang pernah di capai oleh pendahulunya Jupp Heynckes, ia kurang berusaha, ia akhirnya memilih untuk pindah ke Manchester City, itu yang disayangkan sebenarnya,” ungkap Markus Howick.(NW)

 

Komentar