Karir Ederson Yang Jenaka | Taruhan Bola Online di Indonesia

Monday, 11 December 2017   |   18:06 PM
Agen bola
Selamat datang di Sahabatarena.org – Agen Bola Resmi dan Terpercaya di Indonesia
Apabila anda membutuhkan bantuan, jangan segan untuk menghubungi CS yang sedang bertugas!
Pendaftaran gratis untuk anda !

Cerita Jenaka Di Balik Karir Ederson

Ederson mengakui sendiri bahwa dirinya itu merupakan kiper yang malas, karena kemalasannya tersebut, ia baru berhasil menghasilkan uang sebesar 35 juta mata uang Poundsterling disebutkan sebagai biaya transfer ke Manchester City, tentu saja itu merupakan hal yang cukup mengesankan bagi seorang kiper seperti Ederson, dari yang tidak di kenal, menjadi terkenal, Pep Guardiola melihat adanya kemungkinan bagi kiper yang satu ini untuk memegang peran penting di dalam pertahanan tim The Citizens dan itu berhasil sejauh ini.

Meski bisa di katakan berhasil, Ederson mengungkapkan bahwa dirinya masih jauh dari yang terbaik, Gianluigi Buffon Buffon yang sudah menyatakan dirinya menggantung sepatu di karir Internasionalnya, sudah akan mengakhiri karirnya juga di Juventus di akhir musim nanti.

Sekarang ini, gaji mereka mungkin saja sama-sama mahal, namun Ederson merasa bahwa ia masih kurang bagus sebagai seorang kiper, ia masih harus menempuh jalan yang jauh untuk bisa mengejar tempat Buffon.

Sekarang, Ederson sudah berusiakan 24 tahun, dan ia percaya pastinya sulit untuk bisa mengejar prestasi yang pernah di capai oleh seorang Buffon, dan mengingat kembali ia masih dalam usia produktif, ia masih ingin mencoba untuk mendapatkan tempat yang bagus di sana.

Kiper berdarah aslikan Amerika Serikat ini mengungkapkan bahwa memang benar ia adalah seorang pesepakbola yang malas, itu sebabnya ia bisa menjadi penjaga gawang, ia mendapatkan tempat ini dan sekarang ini bisa disebutkan tujuan utamanya ialah untuk menjadi kiper terbaik di dunia setelah Buffon.

“Sebenarnya, awal mula saya memulai karir sepakbola saya ini, saya di posisikan sebagai bek kiri, namun saya tidak begitu senang di sana, saya tidak suka mengejar bola, saya lebih senang menanti bola datang, karena kemalasan saya tersebut, akhirnya pelatih menyarankan kepada saya untuk bermain di gawang saja, saya bertahan dan sekarang saya selalu menjadi kiper yang menjaga gawang.

“Dari sanalah saya mulai terus berkembang lagi dan lagi, ini menyenangkan untuk bisa mendapatkan tempat dimana kamu seharusnya,” ungkap Ederson.(NW)

 

Komentar